Uang Sudah Tak Bernilai, Sebungkus Rokok Dibeli Rp68 Juta
ILC – Sejak krisis, mata uang Venezuela kehilangan kekuatannya. Kini, bolizar—uang Venezuela—sama sekali tak bernilai.
Daripada terbuang sia-sia, seorang warga Venezuela, Wilmer Rojas, membuat uang kertas bolivar menjadi kerajinan tangan, seperti tas dan dompet.
Rojas memerlukan 800 lembar uang kertas untuk membuat dompet tangan dan 400 lembar untuk dompet. Hasilnya, bisa membeli sekilo beras.
Pria berusia 25 tahun ini memiliki istri, 43 anak, dan 1 bayi yang ada di kandungan, yang harus diberi makan.
“ Orang-orang membuangnya karena uang ini sudah tidak berguna. Tak ada yang mau menerimanya lagi,” kata dia, Rabu 14 Februari 2018.
Sebungkus Rokok Rp68 Juta
Semenjak Agustus 2017, inflasi di Venezuela meroket hingga 13 ribu persen. Bahkan, uang kertas 2 bolivar (Rp2.727), 5 bolivar (Rp6.819), dan 10 bolivar (Rp13.638) tidak cukup untuk membeli permen.
Saking merosotnya nilai uang, penduduk Venezuela sampai membeli sebungkus rokok sebesar 50 ribu bolivar (Rp68,19 juta).
Rojas bisa saja menggunakan kertas majalah atau kertas koran untuk membuat kerajinan. Namun, dia lebih suka menggunakan uang kertas.
“ Uang ini sudah tidak bernilai lagi. Uang ini punya bentuk yang sama dan Anda tak perlu lagi mengguntingnya,” kata dia.
Rojas berharap bisa menjual kerajinannya secepat mungkin. Tapi, dia takut krisis ekonomi Venezuela bisa menggagalkan rencananya.
“ Di sini, hampir tidak ada orang yang memiliki cukup makanan,” kata dia.
Sumber : https://www.dream.co.id/




No comments: