Respons Ruben Onsu soal 'Pesbukers' Ditegur KPI



ILC, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat memberikan sanksi berupa teguran untuk acara 'Pesbukers'. Sanksi itu diberikan setelah KPI menemukan pelanggaran dalam tayangan program tersebut pada 28 Februari 2018 pukul 16.27 WIB. 

Kala itu, 'Pesbukers' menampilkan Ely Sugigi sebagai bintang tamu. Ketika menjadi bintang tamu, perempuan berusia 46 tahun berkata kasar kepada temannya.

Dikutip dari laman KPI, Ketua KPI, Yuliandre Darwis mengatakan jenis pelanggaran yang dilakukan 'Pesbukers' masuk kategori pelanggaran atas penghormatan terhadap norma kesopanan dan kesusilaan serta perlindungan anak-anak dan remaja. KPI memutuskan 'Pesbukers' telah melanggar Pasal 9 dan 14 Pedoman Perilaku Penyiaran KPI Pasal 9 serta Pasal 9 dan 15 ayat (1) Standar Program Siaran KPI.

Salah satu pemandu acara 'Pesbukers', Ruben Onsu mengatakan baru mengetahui teguran tersebut dari media sosial. "Baru hari ini 'kan aku lihatnya di Instagram, ada yang nge-tag. Di grup 'Pesbukers' belum ada omongan apa-apa," ucapnya di kawasan Tendean, Jakarta, Jumat (16/3). 

Pria berusia 34 tahun itu menanggapi teguran tersebut dengan cukup bijak. Menurut Ruben, hal itu bisa menjadi bahan instrospeksi. Ia meyakini bahwa 'Pesbukers' akan mematuhi sanksi tersebut. 

“Gini ya, ketika kita dapat teguran, ya kita harus bisa menerima karena KPI 'kan badan yang mengawasi. Kalau kita mau menjadi lebih baik, ya harus kita perbaiki. Saya rasa 'Pesbukers' menjadi program yang patuh. Kalau ditegur kita pasti paham,” kata Ruben. 


Ruben mengaku tidak mengingat jelas peristiwa Ely mengucapkan perkataan kasar saat jadi bintang tamu 'Pesbukers'. Sebab, Ruben setiap hari bertemu dengan banyak bintang tamu dalam setiap program ia pandu.

“Gua lupa ya, Ely tuh bintang tamu yang mana ya, masih yang sore atau yang malam tuh. Satu hari aja acara gua yang di siang bintang tamu enam, di malam empat orang,” tuturnya.


Ruben berharap 'Pesbukers' tidak sampai dihentikan setelah mendapat teguran. Sebab, hal ini bisa berimbas pada mata pencaharian seseorang.

"Kalau masalah ditutup kan menyangkut pekerjaan seseorang, kalau bisa doanya yang baik. Didoakan yang baik aja karena banyak orang mencari rezeki di situ, banyak kru punya anak,” ucap Ruben.


Sumber : https://today.line.me/I

No comments:

Powered by Blogger.